Motivasi dalam Satu Hati

Untuk Anda yang ingin semangatnya tetap terpelihara dalam menghadapi tantangan hidup.



Suatu ketika ada keluarga saudagar kaya yang tinggal di wilayah pesisir timur pantai jawa, ia memiliki rumah yang mewah dan sangat besar serta banyak harta perhiasan yang tak ternilai harganya. Keluarga ini dikaruniai seorang anak laki-laki kira-kira berumur 7 tahun.

Meskpun kaya namun keluarga ini tergolong keluarga yang baik dan orang tua mereka sangat menyayangi anaknya. Untuk pendidikan agamanya ia percayakan pada seorang ahli yang kerap kali di undang datang kerumah untuk mengajari anaknya mengaji dan beribadah. Sehingga sangat terlihat anaknya begitu satun, sangat mencintai orang tuanya dan rajin beribadah meskipun usianya masih relatif belia.

Jika bepergian bersama ayahnya untuk satu keperluan tertentu, pada saat bertemu kaum duafa dan fakir miskin atau pengemis di jalan, ia selalu meminta ayahnya memberikan sesuatu baik berupa makanan, barang bawaan ataupun uang. Sehingga orang tunya merasa sangat bahagia dan bangga memiliki anak yang begitu baik lagi dermawan.

Suatu ketika keluarga ini sedang bepergian keluar daerah untuk mengunjungi sanak famili yang telah lama berpisah, dlam perjalan ini seluruh anggota keluarga ikut bersama, kali ini rupanya rumahnya dibiarkan kosong tak berpenghuni selama beberapa hari, karena memang wilayah tempat tinggalnya terbilang daerah yang cukup aman.

Selang beberapa hari kemudian keluarga ini pulang, dan mereka sungguh terkaget-kaget melihat jendela samping rumahnya seperti habis di bobol maling. Dengan langkah tergesa sang ayah segera membuka pintu utama dan langsung masuk kedalam rumah memeriksa keadaan.

Satu demi satu ruangan di periksa dan sambil setengah berteriak sang ayah berkata “Habis sudah barang-barang berharga kita..!” Menyusul kedalam sang bunda yang juga dengan langkah tergesa menanyakan apa saja barang-barang yang telah di ambil pencuri. Kembali sang ayah dengan nada lemas berkata, semua benda-benda yang paling berharga yang pernah kita miliki telah ludes di ambil pencuri.. katanya lemah.

Dalam keheningan tersebut tiba-tiba mereka di kejutkan oleh suara anaknya yang berteriak-teriak dari ruangan sebelah. Sambil berlari dan berkata dengan bahagianya.... Ayah... ayah lihat ternyata harta kita yang paling berharga masih utuh semuanya dan tak satupun diambil oleh pencuri...

Sang ayah penasaran dan segera saja ia berlari keruangan tengah...? Bukan main kagetnya ketika ia melihat putra kecilnya dengan susah payah sedang membawa kitab suci alqur’an dan beberapa kitab-kitab lainya untuk di tunjukkan pada ayahnya...

Lalu sambil berlari si anak berkata pada ayahnya... Ayah coba lihat ini, masih utuh semuanya lho.. tak satupun dari barang2 yg paling berharga ini yg diambil pencuri, jadi ayah sama bunda tidak perlu bersedih lagi ya....

Dengan penuh rasa haru Lalu segera di peluknya putri kecil tercintanya itu... tak terasa air mata meleleh membahasahi pipi sang ayah, rupanya ia baru tersadar betapa ia masih memiliki harta yang paling berharga dari semua yang mereka miliki selama ini. Ya sebuah kitab suci yang telah membuat kita semua memiliki kekayaan ilmu dan amal bagi kehidupan di dunia dan akhirat.

Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga Ramdhan kita kali ini bisa memberikan makna yang jauh lebih baik lagi bagi kehidupan keluarga, bangsa dan alam semesta.

Di sadur dari buku Membangun Indonesia yg kuat dari keluarga, Penerbit Tanga Pustaka

comments