Perjuangan hidup seorang anak ...




Anak kecil ini bernama Zhang Da tinggal di daerah China, Sejak ia berusia 10 tahun pada saat itu tahun 2001, anak ini telah ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin.
Sejak itu Zhang Da hidup dengan sang ayah yang tidak lagi bekerja, tidak bisa berjalan dan sakit-sakitan. Ia masih terlalu kecil untuk memikul tanggung jawab yang berat itu, namun ia tetap berjuang.

Ia bersekolah dengan berjalan kaki melewati hutan kecil. Karena tidak sarapan, diperjalanan itu ia makan daun-daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang ia mencoba memakan sejenis jamur atau rumput, sehingga ia tahu mana yang masih bisa diterima lidahnya dan mana yang tidak. Pulang sekolah, ia bekerja membelah batu-batu besar. Upah sebagai tukang batu digunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya.


Setiap hari ia menggendong ayahnya kekamar mandi, menyeka dan juga memandikan ayahnya. Ia membeli beras dan membuatkan bubur untuk makan ayahnya. Segala urusan ayahnya lainnya pun ia yang mengerjakannya sendirian. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengobati sang ayah. Ia pun belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Ia mempelajari bagaimana seorang suster memberikan suntikan. Setelah merasa mampu, ia sendiri yang menyuntik ayahnya.

Akhirnya pada tgl 27 Januari 2006 Zhang Da dipanggil oleh pemerintah China untuk mendapatkan penghargaan tinggi karena dinyatakan telah melakukan “PERBUATAN LUAR BIASA”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya kanak-kanak yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China. Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Ketika acara penganugerahan penghargaan tersebut berlangsung, pembawa acara bertanya apa yang diinginkan Zhang Da ” Apakah uang atau lainnya. Disini ada banyak pejabat, pengusaha, juga ada ratusan juta penonton telivisi, mereka bisa membantu mu!” Namun apa yang dikatakan Zhang Da sungguh mengejutkan siapapun, ia hanya berkata, ” Aku hanya ingin Mama ku kembali!.”

kisah ini hampir sama dengan kisah bocah Indonesia berusia 6 tahun tinggal di Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, SINAR nama bocah itu menampakkan bakti, cinta dan kasih sayangnya pada sang bunda yang terbujur lunglai tidak berdaya, SINAR membantu dan menemani ibunya selama ayahnya merantau ke malaysia. Mulai dari memindahkan atau menggeser tubuh ibunya, memasak, membuat makanan, memberikan minum, memandikan... tapi sayang pemerintah masih kurang peduli dengan PERBUATAN LUAR BIASA dari bocah ini... Kisah mengharukan ini sempat membuat group vokal ST12 berkunjung dan membuat lagu untuk SINAR...

Kisah-kisah nyata di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman bagi kita semua. Seorang anak yang masih belia dapat menjalankan tanggung jawab yang berat . Kesulitan hidup telah menempa anak-anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah. Zhang Da dan SINAR boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini, banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya.

Popular posts from this blog

Cinta adalah anugerah Tuhan

Pertemuan Samudra Atlantik dan Mediterania

Monyet dan Angin