Posts

Perasaan syukur menerima uang Rp. 10.000

Image
Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.

Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"…

Kisah gadis Inggris diberi sedekah oleh pengemis

Image
Sedekah tidak akan membuat Anda miskin. Kalimat itu sering didengungkan oleh ajaran agama manapun. Ini pengalaman seorang pengemis yang memberikan uang terakhirnya untuk mahasiswi agar dia bisa pulang aman menggunakan taksi. Gadis itu menceritakan kisahnya.

Malam itu Dominique Harrison Bentzen, mahasiswi Universitas Sentral Lancashire, distri Preston, Inggris hendak berjalan pulang. Jarak rumahnya cukup jauh namun dia sama sekali tidak memiliki uang seperak pun. Dia pun duduk dengan pandangan lesu.

Seorang tunawisma sejak tadi di dekatnya iba melihat Bentzen terlihat lemas. Dia pun bertanya apa masalah Bentzen dan berjanji membantunya. Gadis itu mengaku tidak memegang uang sepeser pun hingga tak bisa pulang.

Sang pengemis diidentifikasikan bernama Robbie mengulurkan uang kalau di kurskan Rp 50 ribu dan itu duit dia satu-satunya. "Dia memaksa saya mengambil duit itu dan dia ingin saya pulang dalam keadaan aman menggunakan taksi," ujar Bentzen.

Ternyata bukan hanya …

Setiap kata adalah doa

Image
Setiap kata yang kita ucapkan adalah 'doa' yang juga memiliki frekuensi, dan saat kita mengucapkannya mereka dilepaskan ke alam semesta dan didengar oleh Rabb kita.

Dan kata2 itu pasti ditanggapi oleh-NYA dengan intensitas dan waktu yang tidak bisa diprediksi oleh kita. Bila kita menggunakan kata-kata yang sangat kuat, seperti "mengerikan", "mengaggetkan" dan "buruk" untuk menggambarkan setiap situasi dalam hidup kita, kita telah mengirimkan frekuensi yang sama kuat, dan hukum sunatullah-NYA merespon dengan membawa frekuensi kembali kepada kita.

Kita dapat melihat betapa pentingnya bagi kita untuk berbicara secara yakin tentang apa yang kita inginkan, tapi tidak mencoba menggunakan kata-kata negatif yang kuat tentang apa yang tidak kita inginkan ... Apa yang kita rasakan dan yakini, itu yang akan terjadi pada kita... Terimakasih All, selamat berkativitas ^_^ #S&M

Sedih berlarut-larut

Image
Seorang wanita bijak memasuki sebuah cafe dan mulai menceritakan sebuah lelucon dan membuat SEMUA ORANG dalam cafe itu tertawa.

Beberapa saat kemudian wanita itu mengulangi leluconnya, namun kali ini hanya BEBERAPA ORANG saja yang tertawa.

Lima menit kemudian, dia menceritakan lelucon yang sama dan TIDAK ADA yang tertawa.

Dia tersenyum lebar, sambil berkata: “BILA KITA TIDAK BISA TERTAWA BERULANG KALI UNTUK LELUCON YANG SAMA, LALU MENGAPA TERUS MENANGIS BERULANG-ULANG PADA MASALAH YANG SAMA ?”

Sahabat apa pesan moral dari cerita singkat diatas?

Sederhana saja : KESUSAHAN HARI KEMARIN CUKUPLAH UNTUK KEMARIN.
Hidup adalah saat ini. Lima menit yang lalu sudah mati. Lima menit yang akan datang belum tentu hidup. Jadi nikmati proses kehidupan ini dengan penuh rasa berpuas hati. Waktu tidak akan bisa kembali.

Kata Siapa Ucapkan 'Selamat Natal' Haram Bagi Muslim?

Image
Profesor Muhammad Quraish Shihab, ahli tafsir dan mantan Menteri Agama menyampaikan penjelasannya soal itu. Penjelasan disampaikan dalam program Tafsir Al Misbah di Metro TV, Ramadan 1435 Hijriah episode Surah Maryam Ayat 30-38.
Berikut ini transkrip penjelasannya:
Saya duga keras persoalan ini hanya di Indonesia. Saya lama di Mesir. Saya kenal sekali. Saya baca di koran, ulama-ulama Al Azhar berkunjung kepada pimpinan umat kristiani mengucapkan selamat Natal. Saya tahu persis ada ulama besar di Suriah memberi fatwa bahwa itu boleh. 

Fatwanya itu berada dalam satu buku dan bukunya itu diberikan pengantar oleh ulama besar lainnya, Yusuf al-Qaradawi, yang di Syria namanya Mustafa Al Zarka’a. Ia mengatakan mengucapkan selamat Natal itu bagian dari basa-basi, hubungan baik. Ini tidak mungkin menurut beliau, tidak mungkin teman-teman saya dari umat Kristiani datang mengucapkan selamat hari raya Idulfitri terus dilarang gitu. Menurut beliau dalam bukunya yang ditulis bukan jawaban lisan …

Ini pendapat Gus Dur soal perayaan Natal

Image
Gus Dur pernah menulis artikel di Koran Suara Pembaruan pada 20 Desember 2003 berjudul: Harlah, Natal dan Maulid. Menurut Gus Dur , kata Natal yang menurut arti bahasa sama dengan kata harlah (hari kelahiran), hanya dipakai untuk Nabi Isa al-Masih belaka. Jadi ia mempunyai arti khusus, lain dari yang digunakan secara umum -seperti dalam bidang kedokteran ada istilah perawatan pre-natal yang berarti "perawatan sebelum kelahiran".

Dengan demikian, maksud istilah 'Natal' adalah saat Isa Al-Masih dilahirkan ke dunia oleh 'perawan suci' Maryam. Karena itulah ia memiliki arti tersendiri, yaitu saat kelahiran anak manusia bernama Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia.

Sedangkan Maulid, Gus Dur menjelaskan, adalah saat kelahiran Nabi Muhammad Saw. Pertama kali dirayakan kaum Muslimin atas perintah Sultan Shalahuddin al-Ayyubi atau dalam dunia barat dikenal sebagai Saladin, dari Dinasti Mamalik yang berkebangsaan Kurdi. Tujuannya untuk mengobarkan…

Pejuang di Negeri Seberang

Image
Pejuang di Negeri Seberang

Perempuan itu bernama Karmiah. Setiap adzan subuh berkumandang di masjid, ia harus cepat-cepat bangun. Ia memang harus bangun lebih awal ketimbang majikannya dan seisi rumah yang lain. Ia juga harus tidur lebih ahir ketimbang lainnya. Dan ia tidak akan masuk ke kamar peraduan sebelum majikannya tidur terlebih dahulu. Itulah nasib dia, sebagai seorang perempuan yang menjadi pembantu rumah tangga di luar negri.

Ia sudah lama mengunci mulutnya. Alias tidak banyak berbicara kecuali yang penting-penting saja. Ia juga dilarang untuk bicara dengan sesama PRT tetangga sebelah. Perempuan itu menurut saja. Sebab ia tidak punya hak untuk melawan walau hanya sepatah katapun. Apa yang dikatakan majikan, harus ia turuti.

Pagi hari ia jarang makan nasi, seperti kebiasaannya di kampung. Ia hanya minum dan makan roti. Hari-hari ia lalui dengan banyak kerja. Sedikit sekali waktu istirahat yang diberikan majikan padanya.

Sesak. Sesak sekali rasanya. Tapi apa boleh buat. Ibarat ak…